JAKARTA, 561VOICE.COM – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, telah menyelesaikan pemeriksaannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) di Pertamina. Ahok diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada Kamis (9/1/2025).
Proses pemeriksaan berlangsung sekitar 1,5 jam, dimulai pukul 11.22 WIB dan selesai pukul 12.45 WIB. Menurut Ahok, durasi pemeriksaan yang relatif cepat disebabkan karena dirinya sudah pernah diperiksa sebelumnya, sehingga hanya memerlukan konfirmasi atas informasi yang sudah ada.
“Ya kan kita sudah pernah diperiksa, makanya tadi (selesai) lebih cepat karena nulis-nulis yang biodata sudah enggak perlu, sudah ada semua gitu loh. Tinggal mengonfirmasi saja,” ujar Ahok kepada wartawan usai pemeriksaan.
Pemeriksaan Terkait Kasus LNG Pertamina
Ahok hadir sebagai saksi dalam kasus pengadaan LNG yang tengah diusut KPK. Kasus ini melibatkan dugaan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan kerugian negara. KPK mendalami peran sejumlah pihak dalam proyek LNG Pertamina yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip efisiensi dan akuntabilitas.
Saat ditanya lebih lanjut soal materi pemeriksaan, Ahok enggan memberikan detail. Namun, ia memastikan bahwa ia siap bekerja sama sepenuhnya dengan KPK untuk mendukung penyelidikan kasus ini.
Kasus LNG: Dugaan dan Peran Mantan Pejabat Pertamina
Kasus korupsi LNG Pertamina mencuat setelah laporan dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan yang dilakukan pada periode 2011-2021. Proyek ini disebut melibatkan sejumlah mantan pejabat tinggi Pertamina, termasuk komisaris dan direksi, yang diduga mengambil keputusan yang merugikan keuangan negara.
KPK juga sedang menelusuri aliran dana yang diduga terkait dengan praktik korupsi dalam proyek ini. Kerugian negara yang diakibatkan oleh kasus ini diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
Dukungan Ahok terhadap Penegakan Hukum
Sebagai mantan Komisaris Utama Pertamina, Ahok menegaskan pentingnya penegakan hukum untuk memastikan pengelolaan BUMN berjalan transparan dan akuntabel. Ia juga mengapresiasi langkah KPK yang terus mendalami kasus ini hingga tuntas.
“Saya percaya bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah kunci untuk memajukan BUMN. Karena itu, saya mendukung penuh upaya KPK dalam mengusut kasus ini,” tutup Ahok.
Langkah Selanjutnya dari KPK
KPK berkomitmen untuk terus mendalami kasus ini dengan memeriksa saksi-saksi lain yang relevan. Hingga saat ini, sejumlah dokumen dan data transaksi terkait proyek LNG telah disita untuk keperluan penyidikan.
“Kami terus memanggil saksi-saksi untuk mengonfirmasi data dan fakta yang telah kami kumpulkan. Proses ini akan kami lakukan secara transparan dan akuntabel,” ujar Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri.
Kesimpulan
Pemeriksaan terhadap Ahok sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi LNG Pertamina menjadi bagian penting dalam upaya KPK untuk mengungkap kerugian negara. Dengan penyelidikan yang terus berlanjut, publik berharap kasus ini dapat diselesaikan secara transparan, sehingga menjadi pelajaran bagi pengelolaan proyek-proyek besar di masa depan.
#Ahok #KPK #KasusLNGPertamina #KorupsiBUMN #Pertamina
