561voice.com 28-02-2025
Penulis : Riyan Wicaksono
Konflik Israel-Palestina: Pandangan Islam dan Al-Qur’an

Konflik Israel–Palestina merupakan salah satu masalah geopolitik yang paling kompleks di dunia modern. Konflik ini bermula pada tahun 1948, dengan deklarasi pembentukan negara Israel, yang dianggap sebagai penyebab utama ketegangan antara Israel dan bangsa Palestina. Meski Al-Qur’an tidak secara langsung menyebutkan konflik ini, terdapat banyak ayat yang berkaitan dengan wilayah yang kini menjadi tempat pertempuran, serta prinsip-prinsip Islam yang dapat diterapkan dalam menyelesaikan konflik ini.
1. Palestina dalam Al-Qur’an
Al-Qur’an, kitab suci umat Islam, memang tidak secara eksplisit menyebutkan konflik Israel-Palestina yang terjadi pada abad ke-20. Namun, wilayah Palestina memiliki tempat penting dalam sejarah Islam, terutama dalam kaitannya dengan Nabi Muhammad SAW dan perjalanan Isra’ Mi’raj. Selain itu, Al-Qur’an juga berbicara tentang Bani Israil, keturunan Nabi Ya’qub (Jacob), yang berperan dalam sejarah wilayah tersebut.
a. Isra’ Mi’raj dan Masjidil Aqsa
Salah satu peristiwa yang paling terkenal dalam sejarah Islam yang terkait dengan Palestina adalah Isra’ Mi’raj, perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem. Peristiwa ini disebutkan dalam Surah Al-Isra (17:1), yang menjadi bukti pentingnya wilayah tersebut dalam pandangan Islam:
- Surah Al-Isra (17:1): “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya, untuk memperlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran Kami). Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar, Maha Melihat.”
Ayat ini menegaskan bahwa wilayah sekitar Masjidil Aqsa di Yerusalem adalah tanah yang diberkahi, yang memiliki kedudukan penting dalam sejarah umat Islam. Bagi umat Islam, Masjidil Aqsa bukan hanya simbol keagamaan, tetapi juga merupakan tempat yang dihormati dalam sejarah perjalanan Nabi Muhammad SAW.
b. Bani Israil dan Tanah yang Diberkahi
Bani Israil, keturunan Nabi Ya’qub, sering disebut dalam Al-Qur’an. Mereka adalah bangsa yang telah diberi berbagai nikmat oleh Allah, termasuk tanah yang diberkahi. Tanah yang dimaksud adalah wilayah yang saat ini mencakup Palestina dan sekitarnya. Salah satu ayat yang menyebutkan tentang tanah yang diberkahi ini adalah dalam Surah Al-A’raf (7:137):
- Surah Al-A’raf (7:137): “Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi…”
Ayat ini menunjukkan bahwa wilayah yang kini dikenal sebagai Palestina dan sekitarnya adalah tanah yang diberkahi, dan diwariskan kepada Bani Israil. Tanah tersebut, menurut Al-Qur’an, memiliki kedudukan istimewa di hadapan Allah.
Baca Juga : Pendidikan Di Palestina Menghadapi Berbagai Tantangan Besar Akibat Konflik
2. Kisah Nabi Musa dan Pembebasan Bani Israil

Salah satu kisah yang sangat penting dalam Al-Qur’an adalah kisah Nabi Musa (Moses) dan pembebasan Bani Israil dari perbudakan di Mesir. Al-Qur’an menggambarkan perjuangan Nabi Musa untuk membebaskan umatnya dari penguasa yang zalim, yaitu Firaun. Setelah pembebasan ini, Allah memerintahkan Bani Israil untuk memasuki tanah yang diberkahi, yaitu wilayah yang kini menjadi bagian dari Palestina.
Namun, karena ketidaktaatan mereka, Bani Israil tidak segera memasuki tanah tersebut. Mereka harus menjalani masa pengembaraan di padang gurun selama beberapa waktu sebagai bentuk ujian dari Allah. Dalam Surah Al-Ma’idah (5:21), Allah berfirman:
- Surah Al-Ma’idah (5:21): “Wahai kaumku, masuklah ke tanah yang diberkahi yang telah ditentukan Allah untukmu, dan janganlah kamu kembali menjadi mundur, karena kamu akan rugi.”
Namun, meskipun mereka telah diberikan janji untuk memasuki tanah tersebut, ketidaktaatan dan keluhan mereka menyebabkan mereka tidak segera dapat menikmati janji Allah tersebut. Ini menjadi pelajaran penting bagi umat Islam tentang pentingnya kesabaran, ketaatan, dan keimanan dalam menjalani ujian hidup.
3. Peran Bani Israil dalam Al-Qur’an

Bani Israil, meskipun mereka mendapat banyak nikmat dari Allah, seringkali digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai bangsa yang tidak bersyukur dan sering kali melanggar perintah Allah. Al-Qur’an menyebutkan beberapa kali bahwa Bani Israil harus menghadapi ujian karena perilaku mereka yang tidak taat, meskipun mereka telah menerima banyak karunia.
- Surah Al-Baqarah (2:47): “Wahai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan bahwa Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.”
Namun, meskipun demikian, Allah juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk kembali kepada-Nya dengan bertaubat dan memperbaiki diri. Ini mengajarkan umat Islam untuk tidak merasa puas dengan keadaan mereka, tetapi selalu berusaha memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah.
